Rabu, 05 Desember 2007

Akmal Di Puji

Reformasi Birokrasi Menuju Abdya Sejahtera
Sebuah Catatan Drs H Muhammad Nafis A Manaf
Sejalan dengan Komitmen Akmal Ibrahim SH dalam mewujudkan visinya sebagai bupati Kabuaten Aceh Barat Daya telah mewujudkan beberapa rencana dan karya dalam empat bulan menjadi pemimpin negeri sigupai ini.
Betapa besar harapan masyarakat yang selama pilkada sangat mengharapkan adanya perubahan yang berarti buat negeri dan masyarakatnya. Hal ini terbukti Akmal berhasil mencapai 56,58 persen kemenangan pada putaran kedua pelaksanaan pilkadasung yang digelar 4 maret 2007.
Dalam menyatakan visinya Akmal Ibrahim perlu kerja keras dan strategi yang terencana dalam kontak membangun manusia dan pembangunan Abdya. Visi birokrasi yang bersih dan amanah menjadi tolak ukur terhadap pembanguan Aceh Barat Daya dalam lima tahun mendatang.
Pembenahan birokrasi diselenggarakan melalui Lembaga Satu Nama yaitu sebuah lembaga yang profesional dari Yogyakarta, lembaga ini telah mulai bekerja pada awal Juni 2007 dan sekarang telah diselesai tahapan ke empat dari enam tahap yang diselenggarakan oleh orang nomor satu di kabupaten Aceh Barat daya itu, karena penataan birokrasi kelebagaan ini sejalan dengan PP No 8 Tahun 2004 dan Rekomendasi hasil rapat nasional tentang reformasi birokrasi yang profesional untuk mewujudkan good Government.
Ada beberapa yang menjadi catatan penulis dalam rencana Akmal Ibrahim di awal kepemimpinannya. Beliau yaitu tidak kalah cepat apa yang menjadi pemikiran Menpan dan beberapa pemimpin tingkat Nasional.Dengan pelaksanaan Reformasi Birokrasi kelembagaan yang ada sekarang di Abdya.
Reformasi yang di pimpin oleh mantan wartawan ini dengan mengacu pola miskin struktur kaya fungsi. struktur yang miskin bukan berarti miskin ilmu dan kemampuan tapi miskin punya kualitas dan kuantitas dan menghendaki sikap setiap pejabat yang memangku jabatan struktural menjadi pelaku dan pemegang amanah.
Sementara kaya fungsi diharapkan struktur yang Standar memuat hasil akhir dari suatu audit dapat menjadikan job-job yang ada menjadi struktur yang berfungsi yang maksimal dalam pelayanan publik di setiap lembaga yang ada di kabupaten Aceh Barat Daya, baik pada Badan Dinas dan kantor.
Seorang yang menduduki jabatan struktual tahu tugas, fungsi dan mampu berkreatif dan berinisiatif atas tugas dan fungsinya sesuai dengan koridor hukum yang ada dan menjadi motivator dalam setiap kegiatan yang telah terencana dalam APBD Setiap tahunnya dan dapat terukur output.
Reformasi seperti ini diharapkan mampu mewujutdkan pemerintah yang bersih dan amanah dalam pola seperti ini tidak hanya berkeinginan penataan kelembagaan saja, bahkan akmal Ibrahim ingin memaksimalkan setiap job yang ada melalui penataan SDM PNS, Kompetensi dan peningkatan disiplin aparatur yang ada.
Penataan SDM PNS yang dirasakan pada hari ini adalah terbatasnya kemampuan berkompetensi dan kemampuan teknis terutama bidang kesehatan, pendidikan dan pertambangan sejalan dengan apa yang dirasakan pada tahun 2007/2008, Akmal akan terus berupaya memperogramkan APBD dimasa yang akan datang untuk mengirimkan putra-putra terbaik Abdya yang ingin belajar di universitas yang ada diseluruh indonesia terutama bidang-bidang tertentu sehingga mereka menjadi kader bumi sigupai ini dan dapat mengisi pembangunan dimasa depan abdya karena abdya punya potensi menjadi sentral perekonomian pantai barat selatan ke depan
Penataan Reformasi birokasi menurut akmal ibrahim belum cukup kuat apabila masyarakat abdya masih terbelenggu dengan kemiskinan, tentu ada penataan dibidang-bidang lainnya seperti penataan infrastruktur dasar, pendidikan dasar dan pelayanan kesehatan dasar.
Penataan Infrastruktur dasar telah digagasi dengan melibatkan partisipasi masyarakat tani yang di konsentrasikan di kecamatan Babahrot dan kecamatan Kuala Batee.
Pembanguan infrastruktur dasar ini merupakan program yang sangat diharapkan oleh masyarakat untuk terutama pada lahan rawa yang selama ini tidak dapat dimanfaatkan untuk kawasan perkebunan dan percetakan sawah baru.
Kala pilkada Akmal Ibrahim mengusung motto "bersama kita sejahtera". Agaknya motto inilah yang akan dijalankannya
Jika program ini dikelola dengan benar maka seluruh rupiah yang terprogram pada APBK 2007 tidak menjadi sia-sia, karena Akmal telah menciptakan ketahanan ekonomi masyarakat aceh barat daya.
keinginan untuk memiliki lahan pada kawasan itu untuk dimanfaatkan menjadi lahan perkebunan sangat menonjol karena area sisa cadangan lahan ini seluas 8.000 hektar telah mulai dimanfaatkan oleh petani dengan sistim membuka seunebok (kelompok) terutama masyarakat yang berada disekitar babahrot dan kualabatee
Bupati Akmal Ibrahim nampaknya tidak mengenal lelah mendorong para petani untuk memiliki lahan masing masing Kepala keluarga sebanyak dua hektar dengan status tanah garapan yang dimiliki petani tersebut tergantung pada kesepakatan para ketua seunebok yang berada diwilayah itu.
Bila masyarakat telah memiliki lahan, pemerintah daerah akan memberikan kemudahan-kemudahan bagi petani, terbukti dalam tahun anggaran 2007 ini anggaran yang telah disepakati dalam APBK sekitar Rp20 milyar, dengan sasaran pembukaan jalan, pengalian saluran rawa dan penyediaan bibit baik kelapa sawit maupun cacau sesuai dengan potensi lahan yang ada.
Ini semua semata-mata agar para petani kedepan terdorong untuk meningkatkan pendapatannya sehingga masyarakat tani dapat hidup sejahtera dengan demikian angka kemiskinan dapat ditekan 20 persen dari 54 persen kemikinan dikabupaten Aeh Barat Daya.
Sedangkan untuk pendidikan dasar dan kesehatan dasar tetap menjadi prioritas pada tahun yang akan datang
Ada program strategis lain yang telah menjadi tekat bupati akmal ibrahim adalah penyedian anggaran untuk seluruh desa dalam kabupaten ACeh Barat Daya. Dalam satu tahun masing-masing desa akan mendapatkan alokasi sebanyak Rp500juta.
Program tersebut direncanakan efektif berjalan 2008 dengan harapan DPRK Abdya memahami dan menyetujuinya. Bila dana tersebut terwujud maka seluruh desa diharapkan dapat menangani seluruh program dan kegiatan yang akan tersentuh dengan rencana program pembangunan baik kabupaten maupun provinsi serta sumber -sumber dana lainnya, maka desa ini direncanakan mendapat porsi anggaran sebagai mana yang direncanakan OLeh Akmal.
Para Kepala desa dan masyarakat ditingkat desa dapat mengikat berpartisipasi dalam pembangunan daerah, semoga saja wakil-wakil rakyat yang duduk di DPRK Abdya tidak menghambat niat Bupati Akmal Ibrahim untuk kesejahtera bersama.

Tidak ada komentar: